Jumat, 21 November 2008

10 kesalahpahan tentang kesuksesan

Kesalahpahaman 1

Beberapa orang tidak bisa sukses karena latar belakang, pendidikan, dan lain-lain.
Padahal, setiap orang dapat meraih keberhasilan.
Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu untuk mencapainya.

Kesalahpahaman 2

Orang-orang yang sukses tidak melakukan kesalahan.
Padahal, orang-orang sukses itu justru melakukan kesalahan sebagaimana kita semua pernah lakukan Namun, mereka tidak melakukan kesalahan itu untuk kedua kalinya.

Kesalahpahaman 3

Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam (70, 80, 90...) seminggu.
Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya anda bekerja.
Tetapi bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang benar.

Kesalahpahaman 4

Anda hanya bisa sukses bila bermain sesuatu dengan aturan.
Padahal, siapakah yang membuat aturan itu? Setiap situasi membutuhkan cara yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus mengikuti aturan, tetapi di saat lain andalah yang membuat aturan itu.

Kesalahpahaman 5

Jika anda selalu meminta bantuan, anda tidak sukses.
Padahal, sukses jarang sekali terjadi di saat-saat vakum.
Justru, dengan mengakui dan menghargai bantuan orang lain dapat membantu keberhasilan anda. Dan, sesungguhnya ada banyak sekali orang semacam itu.

Kesalahpahaman 6

Diperlukan banyak keberuntungan untuk sukses.
Padahal, hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan.
Namun, diperlukan banyak kerja keras, kecerdasan, pengetahuan, dan penerapan.

Kesalahpahaman 7

Sukses adalah bila anda mendapatkan banyak uang.
Padahal, uang hanya satu saja dari begitu banyak keuntungan yang diberikan oleh kesuksesan. Uang pun bukan jaminan kesuksesan anda.

Kesalahpahaman 8

Sukses adalah bila semua orang mengakuinya.
Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih banyak orang dan pengakuan dari orang lain atas apa yang anda lakukan. Tetapi, meskipun hanya anda sendiri yang mengetahuinya, anda tetaplah sukses.

Kesalahpahaman 9

Sukses adalah tujuan.
Padahal, sukses lebih dari sekedar anda bisa meraih tujuan dan goal anda.
Katakan bahwa anda menginginkan keberhasilan, maka ajukan pertanyaan "atas hal apa?"

Kesalahpahaman 10

Saya sukses bila kesulitan saya berakhir.
Padahal, anda mungkin sukses, tapi anda bukan Tuhan.
Anda tetap harus melalui jalan yang naik turun sebagaimana anda alami di masa-masa lalu. Nikmati saja apa yang telah anda raih dan hidup setiap hari sebagaimana adanya.

Setelah membaca hal ini, apakah anda sudah termasuk orang-orang sukses abad ini?

Sabtu, 15 November 2008

pikiran kita VS pikiran Kristus

Bila Anda mencoba memikirkan kehidupan... terutama apa yang ada dalam pikiran kita
Kita hidup di masa yang penuh keegoisan di mana kepentingan diri sendiri diutamakan dan seringkali pikiran kita berisi 
tentang "diri kita sendiri". Hal ini sangat bertolak belakang dengan apa yang menjadi pikiran Kristus. Saya mencoba menulis artikel rohani... Semoga artikel ini bisa menjadi berkat.


Coba kita renungkan pertanyaan-pertanyaan ini:
-Apakah Anda memikirkan tentang Tuhan pada hari ini?
-Apakah Anda memikirkan saudara-saudari Anda maupun orang tua Anda pada hari ini?
-Apakah Anda pernah memikirkan tetangga Anda?
-Apakah Anda pernah memikirkan kemajuan kota ini?
-Apakah Anda pernah memikirkan negara ini atau berbuat sesuatu untuk negara ini?

Pernahkah?.......... Seberapa seringkah?...Apa yang Anda lakukan dengan pikiran itu?....
Mungkin Anda sempat memikirkan ... tetapi apakah kita menindaklanjuti pemikiran atau keinginan itu?

Apakah pikiran yang seharusnya kita pikirkan sebagai anak-anak Allah? Tentunya pikiran Kristus yang harus
kita pikirkan dalam kehidupan kita.

Lalu apakah yang mungkin menjadi pikiran Kristus?
Saya percaya bahwa Ia memiliki pikiran
yang tergambar melalui pertanyaan-pertanyaan ini:
-Apakah kehendak Allah?
-Apakah yang dapat Kulakukan untuk anak-anakKu?
-Apakah yang terbaik untuk umatKu?

Dan saya percaya Tuhan Yesus memiliki keinginan seperti ini:
- Saya ingin anak-anakKu hidup kudus dan bersama-sama dengan Aku di surga
- Saya ingin anak-anakKu hidup berkelimpahan
- Saya ingin anak-anakKu tahu bahwa Aku mengasihi mereka
- Saya ingin anak-anakKu menjadi satu denganKu sebagaimana Bapa dan Aku satu
- Saya ingin anak-anakKu menjadi serupa dengan Aku
- Saya ingin anak-anakKu menjadi pemenang
- Saya memberikan tubuh dan darahKu karena Aku ingin bersekutu kembali dengan anak-anakKu
- Saya ingin anak-anakKu hidup sehat dan bersukacita senantiasa
- Saya ingin anak-anakKu hidup dalam damai sejahtera dan saling mengasihi satu sama lain

Oleh karena itu hendaklah kita memiliki pikiran Kristus karena kita hidup bukan untuk kita lagi tetapi
Yesus yang hidup dalam kehidupan kita. 

Belajarlah memikirkan Tuhan,saudara-saudari, keluarga, orang tua, teman, tetangga, kota, bahkan negara Anda.
Dan mulailah berbuat sesuatu dengan pemikiran itu....Apabila yang dapat Anda lakukan hanyalah berdoa maka
mulailah berdoa.

Mulailah dengan hari ini karena hari kedatangan Tuhan sudah dekat
dan Tuhan berkata bahwa bukan orang yang berseru Tuhan-Tuhan yang masuk ke dalam kerajaan Sorga tetapi
orang yang melakukan kehendak Bapa. 

Dan kehendak Bapa adalah supaya kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, akal budi dan kemampuan kita, juga mengasihi orang lain seperti diri kita sendiri.

bagaimanakah menurut pendapat anda? apa anda setuju dengan pernyataan di atas?